CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Sabtu, 24 Mei 2008

jenis jenis kamera

Jenis CCD pada Kamera Digital
Mar 2, '08 10:25 PMfor everyone
Foto-foto: Rony S
Dewasa ini beragam kamera digital 1 shot (foto 1 dan 2) yang beredar di pasaran.
Sebelumnya tidak pernah terbayangkan oleh kita, kalau sekarang ini kamera digital peredarannya bisa seperti kamera konvensional. Ragamnya pun boleh dibilang cukup banyak. Bahkan terkadang si calon pembeli dibuat bingung memutuskan jenis kamera seperti apa yang dia butuhkan. Andi Surja Boediman, pakar teknologi kamera digital mengatakan, di dalam memilih kamera digital ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Hal pertama menentukan ukuran maksimum dan resolusi gambar akhir yang dibutuhkan. Apakah objek yang diambil bergerak atau diam? Apakah Anda perlu menggunakan lampu kilat? Apakah kamera digunakan di studio atau di lokasi? Apakah dibutuhkan pengambilan multiple exposure? Dan tentu saja faktor yang sangat menentukan adalah berapa budget Anda?
Sensor kamera digital (CCD) hanya mampu merekam detail gambar dengan jumlah tertentu saja yang biasa disebut sebagai pixel (picture element). Angka ini sering menipu karena adanya proses interpolasi yang dapat dilakukan oleh software.
Kini beberapa CCD mampu merekam detail yang menyerupai film namun kamera yang menggunakannya tersedia dengan harga yang cukup mahal. Pembesaran gambar digital akan mengakibatkan gambar kelihatan kurang tajam dan berundak.
Detail gambar tidak saja ditentukan oleh resolusi CCD tetapi juga oleh kualitas lensa kamera. Kamera kompak yang murah harganya memiliki lensa yang built-in. Jadi, bandingkan hasilnya dulu sebelum membeli.
Kamera dengan harga yang cukup mahal mempunyai lensa yang dapat diganti-ganti yang memungkinkan pembesaran dan pengubahan perspektif. Karena film digantikan dengan CCD pada kamera digital, bisa terjadi yang disebut dengan focal length magnification.
Kamera digital menggunakan sensor CCD untuk menangkap gambar. Tidak seperti pada kamera konvensional, konfigurasi CCD didedikasikan untuk fungsi tertentu, seperti infra merah, hitam putih atau warna. Beberapa kamera digital menawarkan ketiga format tersebut. CCD tersusun atas ribuan elemen, yang dikelompokkan dalam bentuk rangkaian linear (linear array) atau blok persegi (matrix atau area array).
Linear array menangkap gambar satu baris demi satu baris seperti scanner. Matrix arrays menangkap seluruh gambar tetapi bisa membutuhkan lebih dari satu shot untuk mendapatkan seluruh warna. Teknologi CCD yang bervariasi ini membutuhkan sumber cahaya yang berbeda.
Ketergantungan
Portabilitas kamera digital ditentukan tidak saja oleh ukuran dan beratnya, tetapi ketergantungannya pada komputer induk dan sumber energinya. Kamera digital menggunakan jendela pengintai konvensional dan beberapa kamera kini menawarkan layar LCD seperti halnya kamera video. Ada beberapa kamera digital yang tidak menawarkan jendela pengintai dan mengandalkan monitor untuk melakukan framing dan fokus.
Kamera yang dihubungkan dengan komputer induk tidak mempunyai kemampuan penyimpanan gambar tetapi kamera portabel harus memiliki media penyimpanan. Media penyimpanan ini bisa berupa memori internal yang membutuhkan hubungan kabel ke komputer untuk mentransfer data secara periodik. Beberapa kamera digital menggunakan PC card yang merupakan miniatur hard disk dan seringkali data disimpan dalam bentuk terkompresi.
Kamera kompak digital dengan harga murah biasanya berguna untuk membuat presentasi multimedia, proposal, rekaman untuk asuransi, dan aplikasi internet. Teknologi yang biasa digunakan adalah CCD satu matriks dengan lampu kilat yang terintegrasi dengan badan kamera. Kamera 35 mm yang diubah fungsinya, mempunyai kualitas yang lebih tinggi dan memanfaatkan fungsi pemfokusan otomatis yang tersedia.
Kamera jenis ini bisa menggunakan satu atau tiga matriks CCD, mudah dibawa-bawa dan dapat menggunakan lampu kilat sehingga sesuai untuk aplikasi jurnalistik. Banyak lensa dan aksesori yang tersedia untuk kamera ini.
Untuk kualitas terbaik, pilih kamera yang memang didesain sebagai kamera studio digital dan untuk kalangan profesional, gunakan digital back yang dapat dilepas dari kamera medium atau wide format. Digital back bisa terdiri atas linear array atau matrix array menggantikan fungsi film back. Modifikasi tertentu perlu dilakukan seperti menggunakan lensa dengan resolusi yang lebih tinggi. Biaya yang dibutuhkan bisa melebihi kamera studio digital yang mungkin saja menghasilkan kualitas yang lebih baik. Masing-masing membutuhkan pertimbangan sendiri-sendiri.
Beberapa kamera video digital memiliki fungsi snapshot sebagai kamera digital biasa yang hasilnya lebih bagus daripada mengambil frame dan sekuens yang sedang bergerak.
Cepat Lambat
Kamera digital dapat dibagi membagi dua golongan besar: 1 shot dan 3 shot. Keduanya dapat dibagi lagi menjadi kamera yang cepat atau lambat. Kelompok ini berbeda dari teknologi CCD yang digunakan dan perbedaan inipun berubah seiring dengan perkembangan teknologi.
Kamera 1 shot yang cepat. Kamera ini mirip dengan kamera profesional pada umumnya, tinggal diarahkan dan dijepret. Awalnya kamera ini populer dengan resolusi 1 megapixel, namun sekarang ini berbagai merek seperti Olympus misalnya telah meluncurkan resolusi hingga 10 megapixel yang optimal dengan ukuran sebesar poster sekalipun. Bahkan sudah dapat digunakan untuk pekerjaan profesional.
Kamera 3 shot yang cepat. Dengan jenis ini, kamera mengambil gambar 3 kali secara hampir bersamaan. Teknologi yang diperkenalkan pada kamera Dicomed BigShot 4000, misalnya menggunakan filter liquid crystal RGB di depan lensa kamera dan ketika tombol shutter ditekan, filter tersebut berputar dengan kecepatan tinggi sambil tiga exposure RGB diambil.
Selain kedua golongan di atas tadi masih ada lagi kamera 1 shot yang lambat. Kamera yang disebut juga dengan tipe scan membutuhkan waktu beberapa detik hingga beberapa menit untuk pengambilan gambar pada foto studio yang menggunakan film konvensional, perubahan cahaya pada saat pengambilan gambar tidaklah terlalu berpengaruh pada hasilnya.
Tetapi tidak demikian dengan penggunaan jenis kamera ini. Jika terjadi hal perubahan cahaya sesaat akan terlihat pada hasil akhir bahwa sebagian gambar menunjukkan adanya perubahan pencahayaan tersebut.
Ada dua jenis kamera satu shot yang lambat, tipe scan dengan CCD rangkaian linear dan dengan rangkaian area. Kamera jenis scan dengan CCD rangkaian linear dipasang di belakang kamera format besar. Saat menekan tombol shutter, rangkaian CCD linear melakukan scan pada gambar seperti scanner.
Kamera dengan CCD rangkaian area juga melakukan proses scan dengan gerak sedikit berbeda, horisontal dan vertikal perlahan-lahan. Kedua jenis kamera itu menghasilkan resolusi yang sangat tinggi dan membutuhkan pencahayaan yang konstan.

0 komentar: